Di suatu masa terdahulu;
Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya,
"Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya".
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW praktis tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan istri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,
"Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?". Aisyah
RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja".
Apakah Itu?", tanya Abubakar RA.
"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi keujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana", kata Aisyah RA.
Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.
Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, "Siapakah kamu ?".
Abubakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa."
"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", bantah sipengemis buta itu.
"Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.
Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku",
pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil
berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada.
Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW".
Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, "Benarkah demikian?
Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia....
Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.
Nah, sahabatku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW? Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau?
Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq. Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya.
Sebarkanlah riwayat ini ke sebanyak orang apabila kamu mencintai
Rasulullahmu...
image
Saturday, August 15, 2009
dia Dia DIA
dia
lama tak bertemu
dalam diri ada ingati
berharap dihari itu
akan bertemu sebelum mati
dihari birthday party
disambut dengan kenduri
orang lain kata Maulid nabi
sambut sahaja kemudian dilupai?
aku tiba
dia hendak meninggalkan tempat itu
bersama ibunya ............
dia senyum....aku pun balas
aku hanya melihat dia, ibunya aku tak perasan!
satelah tiga hari berlalu
barulah aku mengerti
lemahnya diriku
dia di ciptakan
masuk ke ruang dirimu
kau kekosongan
tak ingat Allaahu
ingatlah pada KU
ketenangan hanyalah dengan mengingati DIA
damai dan sejahtera dirasa
ingat dia ingat DIA
Allaahu, Hu Allaah
lama tak bertemu
dalam diri ada ingati
berharap dihari itu
akan bertemu sebelum mati
dihari birthday party
disambut dengan kenduri
orang lain kata Maulid nabi
sambut sahaja kemudian dilupai?
aku tiba
dia hendak meninggalkan tempat itu
bersama ibunya ............
dia senyum....aku pun balas
aku hanya melihat dia, ibunya aku tak perasan!
satelah tiga hari berlalu
barulah aku mengerti
lemahnya diriku
dia di ciptakan
masuk ke ruang dirimu
kau kekosongan
tak ingat Allaahu
ingatlah pada KU
ketenangan hanyalah dengan mengingati DIA
damai dan sejahtera dirasa
ingat dia ingat DIA
Allaahu, Hu Allaah
Monday, August 10, 2009
Hubungan Dgn Manusia, Hubungan Dgn Allaah
Dari Abu Hurayra ra: bahawa Nabi saw bersabda
" Sesungguhnya Allah akan berfirman kepada hamba-Nya ketika Dia
menghisab pada Hari Kiamat,
" Wahai anak Adam, Aku lapar, tapi kamu enggan memberi Aku makan."
si hamba menjawab," Bagaimana mungkin aku memberi Engkau makan, sedang Engkau Rabbul 'aalamin!"
Allah berfirman," Tidakkah dulu engkau tahu bahawa ada seorang hamba-Ku yang kelaparan, namun engkau tidak mahu memberinya makan? Sekiranya engkau memberinya makan, tentu kamu akan mendapat pahalanya di sisi-Ku."
"Wahai anak Adam, Aku haus, tetapi kamu tidak memberi-Ku minuman."
Jawab si hamba," mana mungkin aku dapat memberi Dikau minum, walhal Engkau Rabb sekelian alam?"
Allah berfirman," Tidakkah engkau tahu,dulu ada si fulan bin si fulan (hamba-Ku) yang kehausan, tapi kamu tidak memberinya minum? Sekiranya kau telah memberinya minum, niscaya kamu akan mendapat pahalanya di sisi-Ku."
"Wahai anak Adam, Aku sakit, tapi kami tidak sudi menziarahi-Ku.
" si hamba menjawab:" mana mungkin aku menziarahi Dikau, sedangkan Dikau
adalah Tuhan sekelian alam."
Allah berfirman, " Tidakkah engkau tahu,si fulan bin si fulan jatuh sakit. tapi kamu tidak menziarahinya? sekiranya dikau menziarahinya, tentu kamu mendapat pahala-Ku berkat menjengahnya. "
[dinilai sahih oleh al-Albani dalam Sahih Adab alMufrad/402]
menemui bulan puasa, terbukalah banyak peluang, memberi orang makan berbuka puasa. semuga kita ambil kesempatan tu, mengeratkan silaturahim.
dan banyak peluang lain juga, as such yg sunat itu ganjaranya spt yg wajib, maka rebutlah peluang itu ya, kemeriahan Ramadhan semuga di rasai sampai ke penghujungnya.
" Sesungguhnya Allah akan berfirman kepada hamba-Nya ketika Dia
menghisab pada Hari Kiamat,
" Wahai anak Adam, Aku lapar, tapi kamu enggan memberi Aku makan."
si hamba menjawab," Bagaimana mungkin aku memberi Engkau makan, sedang Engkau Rabbul 'aalamin!"
Allah berfirman," Tidakkah dulu engkau tahu bahawa ada seorang hamba-Ku yang kelaparan, namun engkau tidak mahu memberinya makan? Sekiranya engkau memberinya makan, tentu kamu akan mendapat pahalanya di sisi-Ku."
"Wahai anak Adam, Aku haus, tetapi kamu tidak memberi-Ku minuman."
Jawab si hamba," mana mungkin aku dapat memberi Dikau minum, walhal Engkau Rabb sekelian alam?"
Allah berfirman," Tidakkah engkau tahu,dulu ada si fulan bin si fulan (hamba-Ku) yang kehausan, tapi kamu tidak memberinya minum? Sekiranya kau telah memberinya minum, niscaya kamu akan mendapat pahalanya di sisi-Ku."
"Wahai anak Adam, Aku sakit, tapi kami tidak sudi menziarahi-Ku.
" si hamba menjawab:" mana mungkin aku menziarahi Dikau, sedangkan Dikau
adalah Tuhan sekelian alam."
Allah berfirman, " Tidakkah engkau tahu,si fulan bin si fulan jatuh sakit. tapi kamu tidak menziarahinya? sekiranya dikau menziarahinya, tentu kamu mendapat pahala-Ku berkat menjengahnya. "
[dinilai sahih oleh al-Albani dalam Sahih Adab alMufrad/402]
menemui bulan puasa, terbukalah banyak peluang, memberi orang makan berbuka puasa. semuga kita ambil kesempatan tu, mengeratkan silaturahim.
dan banyak peluang lain juga, as such yg sunat itu ganjaranya spt yg wajib, maka rebutlah peluang itu ya, kemeriahan Ramadhan semuga di rasai sampai ke penghujungnya.
Saturday, August 8, 2009
Menjelang RamAdhan
Jangan Menolak Kebenaran
"Sombong itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim)
Oleh itu,mukmin tidak boleh menolak kebenaran dan nasihat,
sehingga menyerupai orang kafir, juga agar tidak terjerumus ke dalam sifat sombong. Maka hikmah (kebijaksanaan) adalah harta orang mukmin yang hilang. Di mana saja ditemukan, maka ia akan mengambil dan memungutnya.
Maka dari itu, kita wajib menerima kebenaran dari siapa saja.
Tersebut dalam riwayat, bahwa Rasulullah SAW menjadikan Abu Hurairah sebagai penjaga Baitul Maal.
Suatu hari, datang seseorang untuk mencuri, tetapi Abu Hurairah segera mengetahui, sehingga menangkap basah pencuri tersebut. Pencuri itu lalu mengharap, menghiba dan mengadu kepada Abu Hurairah, bahwa ia orang yang amat lemah dan miskin. Abu Hurairah tak tega, sehingga melepas pencuri tersebut.
Tetapi pencuri itu kembali lagi melakukan aksinya pada kali kedua dan ketiga. Abu Hurairah kemudian menangkapnya, seraya mengancam, "Sungguh, aku akan mengadukan halmu kepada Rasulullah SAW"
Orang itu ketakutan dan berkata menghiba,
"Biarkanlah aku, jangan adukan perkara ini kepada Rasulullah!
Jika kau penuhi, sungguh aku akan mengajarimu suatu ayat dari Al-Qur'an, yang jika engkau membacanya, niscaya setan tak akan mendekatimu."
Abu Hurairah bertanya, "Ayat apakah itu?"
Ia menjawab, "Ia adalah ayat Kursi."
Lalu Abu Hurairah melepas kembali pencuri tersebut.
Selanjutnya Abu Hurairah menceritakan kepada Rasulullah apa yang ia saksikan.
Lalu Rasulullah bertanya padanya,
"Tahukah kamu, siapakah orang yang berbicara tersebut?
Sesungguhnya ia adalah syaitan. Ia berkata benar padahal dia adalah pendusta."
(HR. Al-Bukhari)
fikirkan ya, kebenaran dari siapa pun kita kena akui, kebenaran itu, tetapi lebih mudah kita nak bersahabat, jika tahu peribadinya.
buatlah apa pun kan, make sure, tahu, semuga dapat pilih, kebaikan
"Sombong itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim)
Oleh itu,mukmin tidak boleh menolak kebenaran dan nasihat,
sehingga menyerupai orang kafir, juga agar tidak terjerumus ke dalam sifat sombong. Maka hikmah (kebijaksanaan) adalah harta orang mukmin yang hilang. Di mana saja ditemukan, maka ia akan mengambil dan memungutnya.
Maka dari itu, kita wajib menerima kebenaran dari siapa saja.
Tersebut dalam riwayat, bahwa Rasulullah SAW menjadikan Abu Hurairah sebagai penjaga Baitul Maal.
Suatu hari, datang seseorang untuk mencuri, tetapi Abu Hurairah segera mengetahui, sehingga menangkap basah pencuri tersebut. Pencuri itu lalu mengharap, menghiba dan mengadu kepada Abu Hurairah, bahwa ia orang yang amat lemah dan miskin. Abu Hurairah tak tega, sehingga melepas pencuri tersebut.
Tetapi pencuri itu kembali lagi melakukan aksinya pada kali kedua dan ketiga. Abu Hurairah kemudian menangkapnya, seraya mengancam, "Sungguh, aku akan mengadukan halmu kepada Rasulullah SAW"
Orang itu ketakutan dan berkata menghiba,
"Biarkanlah aku, jangan adukan perkara ini kepada Rasulullah!
Jika kau penuhi, sungguh aku akan mengajarimu suatu ayat dari Al-Qur'an, yang jika engkau membacanya, niscaya setan tak akan mendekatimu."
Abu Hurairah bertanya, "Ayat apakah itu?"
Ia menjawab, "Ia adalah ayat Kursi."
Lalu Abu Hurairah melepas kembali pencuri tersebut.
Selanjutnya Abu Hurairah menceritakan kepada Rasulullah apa yang ia saksikan.
Lalu Rasulullah bertanya padanya,
"Tahukah kamu, siapakah orang yang berbicara tersebut?
Sesungguhnya ia adalah syaitan. Ia berkata benar padahal dia adalah pendusta."
(HR. Al-Bukhari)
fikirkan ya, kebenaran dari siapa pun kita kena akui, kebenaran itu, tetapi lebih mudah kita nak bersahabat, jika tahu peribadinya.
buatlah apa pun kan, make sure, tahu, semuga dapat pilih, kebaikan
Monday, August 3, 2009
Pilihan Yang Lebih Baik
LEBIH BAIK DIAM SAJA
"Rasulullah s.a.w sedang duduk – duduk bersama Sayidina Abu Bakar as–Siddiq. Datang seorang lelaki lalu memarahi dan mencaci – hamun Sayidina Abu Bakar. Sahabat mulia itu diam sahaja, tenang mendengar tohmah dan seranah yang dihamburkan kepadanya. Melihatkan Sayidina Abu Bakar tidak bertindak apa – apa, lelaki itu menjadi semakin berang.
Suaranya semakin lantang mengherdik dan menengking Sayidina Abu Bakar. Namun, caci dan makian itu tidak juga menyebabkan Sayidina Abu Bakar marah. Apa lagi bertindak balas. Beliau duduk diam sahaja di samping Rasulullah s.a.w. Dibiarkan lelaki yang tidak dikenali itu terus galak dengan perangai bodohnya.
Barangkali berasa malu kerana gagal membuatkan Sayidina Abu Bakar bertindak sesuatu, lelaki itu mencaci sekali lagi. Kali ini lebih hebat dan lebih keras. Dituduh, dikeji dan difitnah dengan pelbagai tuduhan serta bahasa yang sungguh kesat, sehingga sahabat mulia itu berasa maruahnya tercabar.
Akhirnya perlahan – lahan Sayidina Abu Bakar bingkas. Melihat Sayidina
Abu Bakar telah bangun, Rasulullah s.a.w yang sedari tadi berdiam tenang pun ikut bangun. Spontan menarik perhatian Sayidina Abu Bakar, lalu beliau pun bertanya, “ Wahai Rasulullah ! Adakah kau juga mahu membelaku ?”
“Tidak,” jawab Rasul sepatah.
“Waktu engkau berdiam diri tadi, malaikat berdiri di sampingmu untuk menafikan kata – kata lelaki itu.
Tetapi apabila engkau bangkit untuk menjawab caciannya, malaikat pun beredar meninggalkanmu.
Sekarang yang datang adalah syaitan.
Untuk apa syaitan datang ?
Untuk mengapi – apikan lagi suasana yang sudah mulai panas. Untuk melagakan lagi keretakan yang sudah mulai pecah dan menyerpih.
Allah s.w.t mengingatkan dalam firman Nya : “ Dan apabila mereka
mendengar perkataan yang tidak berfaedah, mereka berpaling daripadanya dan berkata, “ Bagi kami amal – amal kami dan bagimu amal – amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang – orang yang jahil. ( Al – Qassas : 55 )
"Rasulullah s.a.w sedang duduk – duduk bersama Sayidina Abu Bakar as–Siddiq. Datang seorang lelaki lalu memarahi dan mencaci – hamun Sayidina Abu Bakar. Sahabat mulia itu diam sahaja, tenang mendengar tohmah dan seranah yang dihamburkan kepadanya. Melihatkan Sayidina Abu Bakar tidak bertindak apa – apa, lelaki itu menjadi semakin berang.
Suaranya semakin lantang mengherdik dan menengking Sayidina Abu Bakar. Namun, caci dan makian itu tidak juga menyebabkan Sayidina Abu Bakar marah. Apa lagi bertindak balas. Beliau duduk diam sahaja di samping Rasulullah s.a.w. Dibiarkan lelaki yang tidak dikenali itu terus galak dengan perangai bodohnya.
Barangkali berasa malu kerana gagal membuatkan Sayidina Abu Bakar bertindak sesuatu, lelaki itu mencaci sekali lagi. Kali ini lebih hebat dan lebih keras. Dituduh, dikeji dan difitnah dengan pelbagai tuduhan serta bahasa yang sungguh kesat, sehingga sahabat mulia itu berasa maruahnya tercabar.
Akhirnya perlahan – lahan Sayidina Abu Bakar bingkas. Melihat Sayidina
Abu Bakar telah bangun, Rasulullah s.a.w yang sedari tadi berdiam tenang pun ikut bangun. Spontan menarik perhatian Sayidina Abu Bakar, lalu beliau pun bertanya, “ Wahai Rasulullah ! Adakah kau juga mahu membelaku ?”
“Tidak,” jawab Rasul sepatah.
“Waktu engkau berdiam diri tadi, malaikat berdiri di sampingmu untuk menafikan kata – kata lelaki itu.
Tetapi apabila engkau bangkit untuk menjawab caciannya, malaikat pun beredar meninggalkanmu.
Sekarang yang datang adalah syaitan.
Untuk apa syaitan datang ?
Untuk mengapi – apikan lagi suasana yang sudah mulai panas. Untuk melagakan lagi keretakan yang sudah mulai pecah dan menyerpih.
Allah s.w.t mengingatkan dalam firman Nya : “ Dan apabila mereka
mendengar perkataan yang tidak berfaedah, mereka berpaling daripadanya dan berkata, “ Bagi kami amal – amal kami dan bagimu amal – amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang – orang yang jahil. ( Al – Qassas : 55 )
Sunday, August 2, 2009
Amati lah betul betul ya - kedua
Di dlm sebuah hadis lain yg diriwayatkan drpd Shaiban,yg mengisahkan seorg sahabat Nabi s.a.w. yg mengalami sakit bisul.Krn tidak tertahan akan sakitnya itu, dia mengorek2 bisulnya itu dgn menggunakan anak panah sehingga menyebabkan pendarahan yg banyak dan akhirnya dia mati,akibat pendarahan yg banyak itu. Kata Nabi s.a.w.,"Dia bunuh diri dgn mengguna anak panah utk mengorek2 bisulnya itu,hingga akhirnya membawa
mati."
[ Hadis ini juga hadis sahih riwayat Imam Muslim. Dari kedua2 hadis ini,ustaz nak bagi tau bahwa Islam yg ALLAH bagi dekat kita la ni, mahal harganya dan dan kita kena menjaganya sungguh2.Krn keadaan yg dok ada hari ini,org boleh bercerai drpd Islam dgn bermacam2 cara. Eg, ada org boleh bercerai drpd Islam dgn perbuatannya, percakapannya dan iktikad hatinya yg tidak suka kpd Islam.Walhal,hanya Islam itulah saja menjadi satunya sebab yg ALLAH ambik kira,utk ALLAH meletakkan manusia ini ke dlm Syurga. ]
mati."
[ Hadis ini juga hadis sahih riwayat Imam Muslim. Dari kedua2 hadis ini,ustaz nak bagi tau bahwa Islam yg ALLAH bagi dekat kita la ni, mahal harganya dan dan kita kena menjaganya sungguh2.Krn keadaan yg dok ada hari ini,org boleh bercerai drpd Islam dgn bermacam2 cara. Eg, ada org boleh bercerai drpd Islam dgn perbuatannya, percakapannya dan iktikad hatinya yg tidak suka kpd Islam.Walhal,hanya Islam itulah saja menjadi satunya sebab yg ALLAH ambik kira,utk ALLAH meletakkan manusia ini ke dlm Syurga. ]
Amati lah betul betul ya
Dlm sebuah hadis sahih yg diriwayatkan oleh Imam Muslim r.a. Drpd Abi Hurairah r.a. menceritakan,kata dia,"Kami bersama2 dgn sahabat,ikut Nabi s.a.w. dlm Perang Hunain. Kemudiannya Nabi s.a.w. kata kpd sahabat2 ttg satu org sahabat lain,yg mengaku dia org Islam,tapi Nabi s.a.w. kata pd sahabat2 yg lain bahwa dia ni ahli `neraka'." Apabila tercetusnya Perang Hunain,sahabat yg Nabi kata ahli neraka tadi,nampaknya,dia berjuang habis2an. Dan akibatnya,dia cedera parah. Apabila sahabat ni cedera parah,sahabat2 lain ingat dia dah mati,lalu mrk kata kpd Nabi,"Ya Rasulullah,dia tu yg kamu kata tadi ahli neraka, sesungguhnya semasa perang tadi, dialah org yg paling bersungguh2 berperang. Dan dia berperang sampai mati."...Tapi jawab Nabi,pendek saja,"Dia,pergi ke neraka."
Kata Abi Hurairah,"Maka,hampir2lah sebahagian drpd sahabat2 Nabi menjadi ragu2." Semasa sahabat2 Nabi berkata2 ttg sahabat yg dikatakan telah mati di medan
perang tadi,tiba2 datang satu berita yg mengatakan bahwa sahabat yg diperkatakan tadi,masih lagi hidup,tapi dlm keadaan cedera parah. Maka,apabila menjelang mlm,hamba ALLAH yg dikatakan ahli neraka ni,dia tidak sabar dgn sakit akibat kecederaan yg teruk yg dialaminya itu.Lalu dibunuh dirinya sendiri.Maka diberitahu oleh org kpd Nabi s.a.w.,berita ttg sahabat tu mati bunuh diri.Apabila mendengar berita itu,Nabi kata,"ALLAHUAKBAR.Dan aku naik saksi bahwa sesungguhnya aku hamba ALLAH,dan aku Rasulullah." Kemudian,Nabi s.a.w. panggil Bilal,dan Nabi suruh Bilal menghebahkan pd org ramai bahwa tidak boleh masuk Syurga melainkan org yg betul2 mempunyai hati yg tunduk kpd ALLAH SWT.Kemudian Nabi s.a.w. bersabda, "Sesungguhnya,ALLAH SWT menguatkan agama Islam ini,kadang2 dgn org yg jahat."
[ Maknanya hadis ini ialah tidak semestinya org yg berjuang utk ugama adalah org pasti akan mendapat sesuatu yg baik dikesudahan hidupnya. Jadi,kefahaman yg
kita dapat drpd hadis ini,ialah kita kena ambil iktibar krn kita tak tau kesudahan hidup kita macamana. Maka hadis inilah yg membuktikan bahwa kita ni manusia yg dhaif & lemah di depan ALLAH SWT,dan hadis ini jugak menjadi bukti kuat bahwa kita mesti
bergantung penuh kpd ALLAH SWT,supaya ALLAH memberi taufik/hidayah kpd kita,mudah2an kita hidup dlm Islam,mati dlm Islam dan dibangkitkan bersama2 org2 Islam. ]
Kata Abi Hurairah,"Maka,hampir2lah sebahagian drpd sahabat2 Nabi menjadi ragu2." Semasa sahabat2 Nabi berkata2 ttg sahabat yg dikatakan telah mati di medan
perang tadi,tiba2 datang satu berita yg mengatakan bahwa sahabat yg diperkatakan tadi,masih lagi hidup,tapi dlm keadaan cedera parah. Maka,apabila menjelang mlm,hamba ALLAH yg dikatakan ahli neraka ni,dia tidak sabar dgn sakit akibat kecederaan yg teruk yg dialaminya itu.Lalu dibunuh dirinya sendiri.Maka diberitahu oleh org kpd Nabi s.a.w.,berita ttg sahabat tu mati bunuh diri.Apabila mendengar berita itu,Nabi kata,"ALLAHUAKBAR.Dan aku naik saksi bahwa sesungguhnya aku hamba ALLAH,dan aku Rasulullah." Kemudian,Nabi s.a.w. panggil Bilal,dan Nabi suruh Bilal menghebahkan pd org ramai bahwa tidak boleh masuk Syurga melainkan org yg betul2 mempunyai hati yg tunduk kpd ALLAH SWT.Kemudian Nabi s.a.w. bersabda, "Sesungguhnya,ALLAH SWT menguatkan agama Islam ini,kadang2 dgn org yg jahat."
[ Maknanya hadis ini ialah tidak semestinya org yg berjuang utk ugama adalah org pasti akan mendapat sesuatu yg baik dikesudahan hidupnya. Jadi,kefahaman yg
kita dapat drpd hadis ini,ialah kita kena ambil iktibar krn kita tak tau kesudahan hidup kita macamana. Maka hadis inilah yg membuktikan bahwa kita ni manusia yg dhaif & lemah di depan ALLAH SWT,dan hadis ini jugak menjadi bukti kuat bahwa kita mesti
bergantung penuh kpd ALLAH SWT,supaya ALLAH memberi taufik/hidayah kpd kita,mudah2an kita hidup dlm Islam,mati dlm Islam dan dibangkitkan bersama2 org2 Islam. ]
Subscribe to:
Posts (Atom)