image
Tuesday, February 2, 2010
RASULULLAH – Muhammad – Ketua kami (b)
Seterusnya Rasulullah saw bersabda:
“Beritahu kepadaku wahai Jibril, apakah yang telah disediakan Allah untukku di sisiNya?”
Jibril pun menjawab:
“Bahwasanya pintu-pintu langit telah dibuka, sedangkan malaikat-malaikat telah berbaris untuk menyambut rohmu.”
Baginda saw bersabda: “Segala puji dan syukur bagi Tuhanku. Wahai Jibril, apa lagi yang telah disediakan Allah untukku?”
Jibril menjawab lagi: “Bahwasanya pintu-pintu Syurga telah dibuka, dan bidadari-bidadari telah
berhias, sungai-sungai telah mengalir, dan buah-buahnya telah ranum, semuanya menanti kedatangan rohmu.”
Baginda saw bersabda lagi: “Segala puji dan syukur untuk Tuhanku. Beritahu lagi wahai Jibril, apa lagi yang disediakan Allah untukku?”
Jibril menjawab: “Aku memberikan berita gembira untuk tuan. Tuanlah yang pertama-tama diizinkan sebagai pemberi syafaat pada hari kiamat nanti.”
Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Segala puji dan syukur aku panjatkan untuk Tuhanku. Wahai Jibril beritahu kepadaku lagi tentang kabar yang menggembirakan aku.”
Jibril a.s. bertanya: “Wahai kekasih Allah, apa sebenarnya yang ingin tuan tanyakan?”
Rasulullah saw menjawab: “Tentang kegelisahanku. Apakah yang akan diperoleh oleh orang-orang yang membaca Al-Quran sesudahku? Apakah yang akan diperoleh orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan sesudahku? Apakah yang akan diperoleh orang-orang yang berziarah ke Baitul Haram sesudahku?”
Jibril menjawab: “Saya membawa kabar gembira untuk baginda. Sesungguhnya Allah telah berfirman:
Aku telah mengharamkan Syurga bagi semua Nabi dan umat, sampai engkau dan umatmu memasukinya terlebih dahulu.”
Maka berkatalah Rasulullah saw: “Sekarang, tenanglah hati dan perasaanku. Wahai Malaikat Maut dekatlah kepadaku.”
Lalu Malaikat Maut pun mendekati Rasulullah saw
Ali r.a. bertanya:
“Wahai Rasulullah saw, siapakah yang akan memandikan baginda dan siapakah yang akan mengafaninya?”
Rasulullah menjawab: “Adapun yang memandikan aku adalah engkau wahai Ali, sedangkan Ibnu
Abbas menyiramkan airnya dan Jibril akan membawa hanuth (minyak wangi) dari dalam Syurga.”
Kemudian Malaikat Maut pun mulai mencabut nyawa Rasulullah saw. Ketika roh baginda sampai di pusat perut, baginda berkata:
“Wahai Jibril, alangkah pedihnya maut.”
Mendengar ucapan Rasulullah itu, Jibril a.s. memalingkan mukanya. Lalu Rasulullah saw bertanya:
“Wahai Jibril, apakah engkau tidak suka memandang mukaku?”
Jibril menjawab: “Wahai kekasih Allah, siapakah yang sanggup melihat muka baginda, sedangkan baginda sedang merasakan sakitnya maut?”
Akhirnya roh yang mulia itupun meninggalkan jasad Rasulullah saw.
KESEDIHAN SAHABAT:
Berkata Anas r.a.:
“Ketika aku lalu di depan pintu rumah Aisyah r.a., aku terdengar dia sedang menangis sambil mengatakan: Wahai orang-orang yang tidak pernah memakai sutera, wahai orang-orang yang keluar dari dunia dengan perut yang tidak pernah kenyang dari gandum, wahai orang-orang yang telah memilih tikar daripada singgahsana, wahai orang-orang yang jarang tidur diwaktu malam karena takut Neraka Sa’ir.”
Dikisahkan dari Said bin Ziyad dari Khalid bin Saad, bahwasanya Muaz bin Jabal r.a.telah berkata: “Rasulullah saw telah mengutusku ke Negeri Yaman untuk memberikan pelajaran agama di sana. Maka tinggallah aku di sana selama 12 tahun. Pada satu malam aku bermimpi dikunjungi oleh seseorang. Kemudian orang itu berkata kepadaku:
Apakah anda masih terlena tidur juga wahai Muaz, padahal Rasulullah saw telah berada di dalam tanah?”
Muaz terbangun dari tidur dengan rasa takut, lalu dia mengucapkan:
“A’uzubillahi minasy syaitannir rajim.”
Lalu setelah itu dia mengerjakan solat.
Pada malam selanjutnya, dia bermimpi seperti mimpi malam yang pertama.
Muaz berkata:
“Kalau seperti ini, bukanlah dari syaitan.”
Kemudian dia memekik sekuat-kuatnya,shg didengar sebagian penduduk Yaman. Pada keesokan harinya,orang ramai berkumpul lalu Muaz berkata kepada mereka:
“Malam tadi dan malam sebelumnya saya bermimpi yang sukar untuk difahami.Dahulu, bila Rasulullah saw bermimpi yang sukar difahami, baginda membuka Mushaf (al-Quran). Maka berikanlah Mushaf kepadaku.”
Setelah Muaz menerima Mushaf,lalu dibukanya.Maka nampaklah firman Allah yang artinya:
“Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati pula.”
(Surah Az-Zumar: ayat 30)
Maka menjeritlah Muaz, sehingga dia tidak sadarkan diri.Setelah dia sadar kembali,
dia membuka Mushaf lagi dan dia nampak firman Allah yang berbunyi:
“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu akan berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka dia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada orang-orang yang bersyukur?”
(Surah Al-lmran: ayat 144)
Maka Muaz pun menjerit lagi: “Aduhai Abal-Qassim. Aduhai Muhammad.”
Kemudian dia keluar meninggalkan Negeri Yaman menuju ke Madinah. Ketika dia akan meninggalkan penduduk Yaman, dia berkata:
“Seandainya apa yang ku lihat ini benar, maka akan meranalah para janda, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, dan kita akan menjadi seperti biri-biri yang tidak ada pengembala.”
Kemudian dia berkata:
“Aduhai, sedihnya berpisah dengan Nabi Muhammad saw.”
Lalu dia pun pergi meninggalkan mereka. Di saat dia berada pada jarak lebih kurang tiga hari perjalanan dari Kota Madinah, tiba-tiba terdengar olehnya suara halus dari tengah-tengah lembah yang mengucapkan firman Allah yang artinya:
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.”
Lalu Muaz mendekati sumber suara itu. Setelah berjumpa,Muaz bertanya kepada
orang tersebut:
“Bagaimana khabar Rasulullah saw?”
Orang tersebut menjawab:
“Wahai Muaz, sesungguhnya Muhammad saw telah meninggal dunia.”
Mendengar ucapan itu, Muaz terjatuh dan tak sadarkan diri. Lalu orang itu
menyadarkannya. Dia memanggil Muaz:
“Wahai Muaz, sadarlah dan bangunlah.”
Setelah Muaz sadar kembali, orang tersebut lalu menyerahkan sepucuk surat untuknya yang berasal dari Abu Bakar As-siddiq, dengan cop dari Rasulullah saw. Tatkala Muaz melihatnya, dia lalu mencium cop tersebut dan diletakkan di matanya. Kemudian dia menangis tersedu-sedu.
Setelah puas dia menangis, dia pun melanjutkan perjalanannya menuju Kota Madinah. Muaz sampai di Kota Madinah pada waktu fajar menyingsing. Didengarnya Bilal sedang mengumandangkan azan Subuh. Bilal mengucapkan: “Asyhadu Allaa Ilaaha Illallah?”
Muaz menyambungnya:
“Wa Asyhadu Anna Muhammadur Rasulullah.”
Kemudian dia menangis dan akhirnya dia jatuh dan tak sadarkan diri lagi.
Pada saat itu, di samping Bilal bin Rabah ada Salman Al-Farisy r.a.
lalu dia berkata kepada Bilal:
“Wahai Bilal, sebutkanlah nama Muhammad dengan suara yang kuat dekatnya. Dia adalah Muaz yang sedang pingsan.”
Setelah Bilal selesai azan, dia mendekati Muaz, lalu dia berkata:
“Assalamualaika, angkatlah kepalamu wahai Muaz, aku telah mendengar dari Rasulullah saw, baginda bersabda: Sampaikanlah salamku kepada Muaz.”
Maka Muaz pun mengangkatkan kepalanya sambil menjerit dengan suara keras, sehingga orang-orang menyangka bahwa dia telah menghembuskan nafas yang terakhir.
Kemudian dia berkata:
“Demi ayah dan ibuku, siapakah yang mengingatkan aku pada baginda, ketika baginda akan meninggalkan dunia yang fana ini, wahai Bilal ?
Marilah kita pergi ke rumah isteri baginda Siti Aisyah r.a.”
Setelah sampai di depan pintu rumah Siti Aisyah, Muaz mengucapkan:
“Assalamualaikum ya ahlil bait, wa rahmatullahi wa barakatuh.”
Yang keluar ketika itu adalah Raihanah, dia berkata:
“Aisyah sedang pergi ke rumah Siti Fatimah.”
Kemudian Muaz menuju ke rumah Siti Fatimah dan mengucapkan:
“Assalamualaikum ya ahlil bait.”
Siti Fatimah menyambut salam tersebut, kemudian dia berkata:
“Rasulullah saw bersabda: Orang yang paling alim di antara kamu tentang perkara halal dan haram adalah Muaz bin Jabal. Dia adalah kekasih Rasulullah saw.”
Kemudian Fatimah berkata lagi:
“Masuklah wahai Muaz.”
Ketika Muaz melihat Siti Fatimah dan Aisyah r.a., dia terus pingsan dan tak sadarkan diri. Setelah dia sadar, Fatimah lalu berkata kepadanya:
“Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Sampaikanlah salam saya kepada Muaz dan kabarkan kepadanya bahwasanya dia kelak dihari kiamat sebagai imam ulama.”
Kemudian Muaz bin Jabal keluar dari rumah Siti Fatimah menuju ke arah kubur Rasulullah saw.
Abu Bakar lalu berlutut di samping kursi.Tangannya membuka kain penutup wajah Nabi.Beberapa saat lamanya ia terpaku memandang wajah Nabi yg indah.Abu Bakar menarik nafas panjang sambil berbisik
“Wahai junjunganku.Alangkah tampan wajahmu ketika masih hidup dan alangkah tampan wajahmu ketika mati.Seandainya engkau tidak melarang, tentu aku meratapimu lantaran beratnya akan perpisahan ini.
Titisan air mata mengalir membasahi pipi dan janggutnya.Dia kini menyaksikan sendiri,Betapa Rasul yang amat dicintainya telah kembali ke hadirat Ilahi.Tiba-tiba dia teringgat kepada Umar lalu
berkata:
“Demi Allah ,tidak akan ada dua kematian kepadamu,ya Rasulullah”.
Ditutup kembali kain panjang itu ke kepala baginda yang mulia,Abu Bakar kemudian bangun dan melangkah keluar dengan tenang.Ia menjumpai Umar Al Khatab dan menerangkan keadaan yang sebenarnya.Abu bakar terus melangkah ketempat Umar.Dari jauh Abu bakar melihat Umar yang tinggi tegap,bediri di bawah terik matahari.Orang banyak bertanya-tanya kebinggunan.Apakah benar berita yang mereka dengar?.Atau apa Umar yang benar?
Abu Bakar tahu perasan Umar yang tidak dapat menerima kehilangan Rasul.Dia sendiri sedang bergelut dengan kesedihan yang amat dalam.Lalu dia pun berseru dengan nyaring.Seruan itu ditujukan kepada semua yang hadir terutama kepada Umar.
“Barang seiapa menyembah Nabi Muhammad ,sesungguhnya Rasulullah benar-benar telah wafat.Dan barang siapa menyembah Allah,maka Allah tidak pernah mati dan abadi selama-lamanya.”
Kemudian beliau membacakan sebuah firman Allah dalam Al-Quran:
“Dan tidaklah Muhammad itu kecuali seorang Rasul. Sudah berlalu rasul-rasul lain sebelumnya. Kerana itu, Apakah jika Muhammad meninggal dunia atau terbunuh,kamu akan murtad dan kembali kepada agama nenek moyang kamu?.Sungguh barang siapa murtad kembali kepada agama nenek moyang,tidak sedikit pun menimbulkan kerugian kepada Allah SWT.Dan Allah akan menganjarkan pahala bagi orang-orang yang bersyukur.”
(Ali Imran:144)
Tiba-tiba …Umar terjatuh lemah di atas kedua lututnya.Tangannya menjulur kebawah bagaikankehabisan tenaga. Keringat dingin membasahi seluruh badanya.Bagaikan baru hari itu dia mendengar ayat yang sudah lama disampaikan oleh Rasul kepada mereka. Kini hatinya benar-benar tersentak. Tidak ada alasan lagi untuk dia menolaknya. Bukankah ia keluar dari mulut ‘As Siddiq’,orang benar lagi membenarkan!
“Oh benarlah baginda telah pergi untuk selama-lamanya.Kau pergi meninggalkan kami yang amat mencintaimu,”rintih hati Umar.
Dan tangis kecintaan tersebut terus merambat ke hati para sahabat dan ke seluruh hati umat sehingga akhir zaman.Kecintaan orang beriman kepada Rasulnya yang tidak pernah putus sekalipun oleh kematian karena kecintaan atas dasar iman itu tetap lestari dan abadi.
Baginda telah berangkat dengan tenang meninggalkan umatnya yang telah dibekalkan dengan panduan hidup yang kukuh yaitu dua pusaka,Al-Quran dan sunnah.Dan tidak sesat umatnya apabila tetap berpegang teguh kepada dua pusaka tersebut.
“Aku tinggalkan kepada mu dua pekara,barangsiapa berpegang kepada kedua-duannya,tidak akan sesat selama-lamanya,yaitu Kitabullah dan Sunnahku.”
(Riwayat Ibnu Abdi Bar)
JUBAH ROSULULLOH SAW
Angin gurun yang gersang menerpa ke dalam udara Madinah yang mula sejuk. Abu Abbas r.a seorang sahabat setia Rasulullah SAW duduk merenung.Cintanya pada Rasulullah begitu besar.Sedangkan imannya dirasakan terlalau tipis untuk dapat menanggung duka berpisah dengan orang yang dicintai…..yaitu Rasulullah.Abu Abbas terkenang bagaimana ia mula-mula tertarik untukmemeluk Islam.
Satu demi satu musuh gugur di bawah debu peperangan.Keberanian mereka hancur. Semangat mereka untuk berperang kian redup.Yang tinggal hanyalah ketakutan dan kehilangan kepercayaan diri sendiri.Sehingga dalam waktu yang singkat,musuh terdesak mundur dan akhirnya masing-masing lari untuk menyelamatkan diri. Dari atas bukit Uhud, Abu Abbas melihat Rasulullah perlahan-lahan kembali memegang komando perang. Seluruh anggota tentara coba mengejar tentara Quraisy yang bertebaran lari ketakutan.
Tetapi sungguh mengagumkan dan mengherankan, Rasulullah mengangkat tangannya dan memberi isyarat agar mereka menghentikan pengejaran dan memerintahkan pedang dan panah diletakkan kembali ke sarungnya. Di tengah-tengah kejayaan itu Rasulullah lalu menyerukan satu peringatan, Firman Allah SWT yang maksudnya :
“Bahawasanya perangilah karena Allah orang-orang yang memerangi kamu saja dan jangan kamu lakukan dengan berlebihan.karena Allah tidak menyukai kamu yang melampaui batas” (Al Baqarah : 190)
Adakah kemuliaan yang lebih agung dari sikap yang telah diperlihatkan oleh Rasulullah SAW? Dengan kemenangan tersebut baginda masih mampu mengendalikan diri dan suasana serta memberi kemaafan. Padahal Sayidina Hamzah,pamannya terbunuh dalam keadaan aniaya.Padahal sahabat terdekat baginda berguguran di tangan musuh dengan kejamnya. Tujuh puluh orang telah gugur di medan perang.Namun Rasulullah tidak bersikap membalas dendam dengan menghancurkan semua musuh yang tidak berdaya.
“Adakah dimuka bumi ini orang yang akhlaknya semulia budi pekerti Nabi Muhammad SAW?”Bisik hati Abu Abbas ketika itu. Abu Abbas berdiri kaku dipuncak gunung batu.Hatinya yang keras sekeras batu karang mulai cair dan lembut.Bukan oleh terik padang pasir yang mendidih.Tetapi oleh kelembutan hati pemimpin yang yang tetap senyum meskipun wajahnya berlumuran darah.Yang menatap ramah walaupun pipinya luka terkena senjata musuh.
Kasih Abu Abbas semakin subur kepada Rasulullah menyaksikan jiwa dan hati baginda begitu besar dan lapang .Ini terpancar ketika baginda berhadapan dengan Abdullah bin Ubai yang terkenal sebagai pemimpin kaum munafiq.
Ketika akhir hayatnya ,Abdullah Bin Ubai ditimpa sakit keras.Dengan bibir gemetar yang semakin membiru,Abdullah bin Ubai meminta kepada anaknya agar dipanggilkan Rasulullah.Ia ingin didoakan oleh Rasulullah.Abu Abas yang menyaksikan peristiwa itu beranggapan mustahil Rasulullah mau datang menemui tokoh munafiq tersebut.Ternyata dugaan Abu Abbas meleset,.Rasulullah datang bersama Umar Al Khattab.Kepada Rasulullah ,Abdullah bin Ubai memohon agar baginda bersedia melepaskan jubahnya dan meyelimuti dengan jubah tersebut.Kalau pun dengan berselimut jubah itu tidak juga menyembuhkan penyakitnya,Abdullah masih berharap biarlah ia mati dengan berselimutkan jubah Rasulullah.
Dengan penuh kasih sayang Rasulullah menunaikan permintaan Abdullah bin Ubai. Sehingga akhirnya Abdullah meninggal dunia dalam penderitaan dan kesakitan dibawah jubah Rasulullah.
Peristiwa itu membuat Sayidina Umar bertanya-tanya.Ia tidak menyangka Rasulullah akan berbuat sejauh itu terhadap ketua munafiq yang telah banyak menabur fitnah dan perpecahan dikalangan umat Islam. ” Alangkah beruntungnya Abdullah bin Ubai,Ia meninggal dunia dengan berselimutkan jubah baginda yang suci.Para sahabat yang setia pun belum tentu mendapat keistimewaan itu”ucap Umar.
Rasulullah tersenyum penuh kearifan dan kasih sayang, Dengan nada yang lembut baginda menjawab : “Sahabatku Umar, Sesungguhnya jubah Rasulullah tidak,akan menyelamatkan Abdullah Bin Ubai atau siapa saja sebab manusia hanya selamat oleh iman dan taqwa masing-masing.”
Ucapan Rasulullah itu meninggalkan kesan yang dalam pada diri Abu Abbas dan ucapan itu perlu menjadi azimat dan ingatan kepada umat sepanjang zaman.
RASULULLAH – Muhammad – Ketua kami (a)
“Ketika ajal Rasulullah saw sudah dekat,baginda mengumpulkan kami dirumah Siti Aisyah r.a. Kemudian baginda memandang kami sambil berlinang air matanya, lalu bersabda: Marhaban bikum, semoga Allah memanjangkan umur kamu semua, semoga Allah menyayangi, menolong dan memberikan petunjuk kepada kamu. Aku berwasiat kepada kamu,agar bertakwa kepada Allah. Sesungguhnya aku adalah sebagai pemberi peringatan untuk kamu.Janganlah kamu berlaku sombong terhadap Allah.”
“Allah berfirman: Kebahagiaan dan kenikmatan di akhirat kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan dirinya dan membuat kerusakan di muka bumi.Dan kesudahan syurga itu bagi orang-orang yang bertakwa.”
Kemudian kami bertanya: “Bilakah ajal baginda ya Rasulullah?”
Baginda menjawab: “Ajalku telah hampir,dan akan pindah ke hadrat Allah, ke Sidratulmuntaha dan ke Jannatul Makwa serta ke Arsyila.”
Kami bertanya lagi: “Siapakah yang akan memandikan baginda ya Rasulullah?”
Rasulullah menjawab: “Salah seorang ahli bait.”
Kami bertanya: “Bagaimana nanti kami mengafani baginda ya Rasulullah?”
Baginda menjawab: “Dengan bajuku ini atau pakaian Yamaniyah.”
Kami bertanya: “Siapakah yang menyolatkan baginda di antara kami?”
Kami menangis dan Rasulullah saw pun turut menangis.
Kemudian baginda bersabda:”Tenanglah, semoga Allah mengampuni kamu semua. Apabila kamu semua telah memandikan dan mengafaniku, maka letakanlah aku di atas tempat tidurku, di dalam rumahku ini, di tepi liang kuburku. Kemudian keluarlah kamu semua dari sisiku. Maka yang pertama-tama menyolatkan aku adalah sahabatku Jibril as. Kemudian Mikail, kemudian Israfil kemudian Malaikat Izrail (Malaikat Maut) beserta bala tentaranya. Kemudian masuklah anda dengan sebaik-baiknya.Dan hendaklah yang pertama solat adalah kaum lelaki dari pihak keluargaku, kemudian yang wanita-wanitanya, dan kemudian kamu semua.”
SEMAKIN PARAH:
Semenjak hari itu,Rasulullah saw bertambah parah sakit yang ditanggungnya selama 18 hari. Setiap hari,banyak yang mengunjungi baginda, sampailah datangnya hari Senin,disaat baginda menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Sehari menjelang baginda wafat yaitu pada hari Ahad, penyakit baginda semakin bertambah serius.Pada hari itu, setelah Bilal bin Rabah selesai mengumandangkan azannya, dia berdiri di depan pintu rumah Rasulullah,
kemudian memberi salam: “Assalamualaikum ya Rasulullah?”
Kemudian dia berkata lagi:
“Assolah yarhamukallah.”
Fatimah menjawab:
“Rasulullah dalam keadaan sakit.”
Maka kembalilah Bilal ke dalam masjid. Ketika bumi terang disinari matahari siang, maka Bilal datang lagi ke tempat Rasulullah, lalu dia berkata seperti perkataan yang tadi. Kemudian Rasulullah memanggilnya dan menyuruh dia masuk. Setelah Bilal bin Rabah masuk,
Rasulullah saw bersabda:
“Saya sekarang berada dalam keadaan sakit. Wahai Bilal, kamu perintahkan saja agar Abu Bakar menjadi imam dalam solat.”
Maka keluarlah Bilal sambil meletakkan tangan di atas kepalanya sambil berkata:
“Aduhai, alangkah baiknya bila aku tidak dilahirkan ibuku?”
Kemudian dia memasuki masjid dan memberitahu Abu Bakar agar beliau menjadi imam dalam solat tersebut.
Ketika Abu Bakar r.a. melihat ke tempat Rasulullah saw yang kosong, sebagai seorang lelaki yang lemah lembut, dia tidak dapat menahan perasaannya lagi, lalu dia menjerit dan akhirnya dia pingsan. Orang-orang yang berada di dalam masjid menjadi bising sehingga terdengar oleh Rasulullah saw.
Baginda bertanya:
“Wahai Fatimah, suara apakah yang bising itu?”
Siti Fatimah menjawab:
“Orang-orang menjadi bising dan bingung krn Rasulullah saw tidak bersama mereka.”
Kemudian Rasulullah saw memanggil Ali bin Abi Talib dan Abbas r.a. Sambil dibimbing oleh mereka berdua, maka baginda berjalan menuju ke masjid.
Baginda solat dua rakaat. Setelah itu baginda melihat kepada orang ramai dan bersabda:
“Ya ma aasyiral Muslimin, kamu semua berada dalam pemeliharaan dan perlindungan Allah. Sesungguhnya Dia adalah penggantiku atas kamu semua, setelah aku tiada. Aku berwasiat kepada kamu semua agar bertakwa kepada Allah SWT karena aku akan meninggalkan dunia yang fana ini. Hari ini adalah hari pertamaku memasuki alam akhirat, dan sebagai hari terakhirku berada di alam dunia ini.”
MALAIKAT MAUT DATANG BERTAMU:
Pada hari esoknya yaitu pada hari Senin, Allah mewahyukan kepada Malaikat Maut supaya dia turun menemui Rasulullah saw dengan berpakaian sebaik-baiknya. Dan Allah menyuruh Malaikat Maut mencabut nyawa Rasulullah saw dengan lemah lembut. Seandainya Rasulullah menyuruhnya masuk, maka dia dibolehkan masuk. Tetapi jika Rasulullah saw tidak mengizinkannya, dia tidak boleh masuk dan hendaklah dia kembali saja.
Maka turunlah Malaikat Maut untuk menunaikan perintah Allah SWT. Dia menyamar sebagai orang biasa. Setelah sampai di depan pintu tempat kediaman Rasulullah saw,
Malaikat Maut itupun berkata:
“Assalamualaikum wahai ahli rumah kenabian, sumber wahyu dan risalah!”
Fatimah pun keluar menemuinya dan berkata kepada tamunya itu:
“Wahai Abdullah (hamba Allah), Rasulullah sekarang dalam keadaan sakit.”
Kemudian Malaikat Maut itu memberi salam lagi:
“Assalamualaikum, bolehkah saya masuk?”
Akhirnya Rasulullah saw mendengar suara Malaikat Maut itu, lalu baginda bertanya
kepada puterinya Fatimah:
“Siapakah yang ada di muka pintu itu?”
Fatimah menjawab:
“Seorang lelaki memanggil baginda. Saya katakan kepadanya bahwa baginda dalam keadaan sakit. Kemudian dia memanggil sekali lagi dengan suara yang menggetarkan sukma.”
Rasulullah saw bersabda: “Tahukah kamu siapakah dia?”
Fatimah menjawab: “Tidak wahai baginda.”
Lalu Rasulullah saw menjelaskan:
“Wahai Fatimah, dia adalah pengusir kelezatan, pemutus keinginan, pemisah jemaah dan yang meramaikan kubur.
Kemudian Rasulullah saw bersabda:
“Masuklah, wahai Malaikat Maut.”
Maka masuklah Malaikat Maut itu sambil mengucapkan:
“Assalamualaika ya Rasulullah.”
Rasulullah saw pun menjawab:
“Waalaikassalam ya Malaikat Maut. Engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?
Malaikat Maut menjawab:
“Saya datang untuk ziarah sekaligus mencabut nyawa. Jika tuan izinkan akan saya lakukan. Jika tidak, saya akan pulang.”
Rasulullah saw bertanya:
“Wahai Malaikat Maut, di mana engkau tinggalkan kecintaanku Jibril?”
Jawab Malaikat Maut: “Saya tinggal dia di langit dunia.”
Baru saja Malaikat Maut selesai bicara, tiba-tiba Jibril a.s. datang lalu duduk disamping Rasulullah saw. Maka bersabdalah Rasulullah saw:
“Wahai Jibril, tidakkah engkau mengetahui bahwa ajalku telah dekat?”
Jibril menjawab:
“Ya, wahai kekasih Allah.”
al MULK - pimpinlah dirimu
Maha Berkat (serta Maha Tinggilah kelebihan) Tuhan yang menguasai pemerintahan
(dunia dan akhirat); dan memanglah Ia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu;
Dia lah yang telah mentakdirkan adanya mati dan hidup
- untuk menguji dan menzahirkan keadaan kamu:
siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya;
dan Ia Maha Kuasa , lagi Maha Pengampun,
Dia lah yang telah mengaturkan kejadian tujuh petala langit yang berlapis-lapis;
engkau tidak dapat melihat pada ciptaan Allah Yang Maha Pemurah itu sebarang keadaan yang tidak seimbang dan tidak munasabah;
(jika engkau ragu-ragu) maka ulangilah pandangan –
- dapatkah engkau melihat sebarang kecacatan?
Kemudian ulangilah pandangan (mu) berkali-kali,
nescaya pandanganmu itu akan berbalik kepadamu dengan hampa ,
sedang kamu pula berkeadaan lemah lesu (kerana habis tenaga dengan sia-sia).
Dan demi sesungguhnya! Kami telah menghiasi langit yang dekat (pada penglihatan penduduk bumi) dengan bintang-bintang,
dan Kami jadikan bintang-bintang itu punca rejaman terhadap Syaitan-syaitan;
dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menjulang-julang.
Dan bagi orang yang kufur ingkar terhadap Tuhan ,
disediakan azab neraka Jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
Apabila mereka dicampakkan ke dalamnya,
mereka mendengar suara jeritannya meraung-raung, sedang ia menggelegak.
Hampir-hampir ia pecah berkecai-kecai kerana kuat marahnya. Tiap-tiap kali dicampakkan ke dalamnya sekumpulan besar (dari orang kafir),
bertanyalah penjaga-penjaga neraka itu kepada mereka: "Tidakkah kamu pernah didatangi seorang Rasul pemberi ingatan dan amaran (di dunia dahulu)?"
Mereka menjawab: "Ada! Sebenarnya telah datang kepada kami seorang Rasul pemberi ingatan dan amaran, lalu kami dustakan serta kami katakan (kepadanya): Allah tidak menurunkan sesuatupun, kamu (wahai orang yang mendakwa menjadi Rasul) hanyalah berada dalam kesesatan yang besar! "
Dan mereka berkata: "Kalaulah kami dahulu mendengar dan memahami (sebagai orang yang mencari kebenaran),
tentulah kami tidak termasuk dalam kalangan ahli neraka".
Akhirnya mereka mengakui dosa-dosa mereka (sebagai orang-orang yang kufur ingkar),
maka tetaplah ……………….jauhnya rahmat Allah dari ahli neraka.
Sesungguhnya orang-orang yang takut (melanggar hukum) Tuhannya semasa mereka tidak dilihat orang dan semasa mereka tidak melihat azab Tuhan,
mereka beroleh keampunan dan pahala yang besar.
Dan tuturkanlah perkataan kamu dengan perlahan atau dengan nyaring,
(sama sahaja keadaannya kepada Allah),
kerana sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
akan segala (isi hati) yang terkandung di dalam dada.
Tidakkah Allah yang menciptakan sekalian makhluk itu mengetahui (segala-galanya)?
Sedang Ia Maha Halus urusan PentadbiranNya, lagi Maha Mendalam PengetahuanNya!
Dia lah yang menjadikan bumi bagi kamu:
mudah digunakan, maka berjalanlah di merata-rata ceruk rantaunya,
serta makanlah dari rezeki yang dikurniakan Allah;
dan (ingatlah), kepada Allah jualah dibangkitkan hidup semula;
(maka hargailah nikmatNya dan takutilah kemurkaanNya).
http://www.youtube.com/watch?v=Sy0rObW7Ebk
http://www.youtube.com/watch?v=cXef8RcQyXg
http://www.youtube.com/watch?v=SQmbq_YXp8s&feature=PlayList&p=631FB273A50B9490&playnext=1&playnext_from=PL&index=5
Monday, January 25, 2010
Makrifat dan Mursyid - mencapaiNYA
1. Perkataan mursyid berasal dari bahasa arab, dari kata irsyada, iaitu memberi tunjuk-ajar.
bahawa yang di namakan Mursyid dan boleh membimbing manusia dan jin itu, adalah yang tak tidur, tak lena, tak mengantuk, tak lupa, tak lalai,
Yang Maha Mengetahui, Yang Menghidupkan, Yang menyembuhkan, Yg Memberi penawar –
boleh hadir dalam diri manusia, kerana dialah diri sebenar diri –
bersuara mengingatkan kamu, bersuara menceritakan kepada kamu, bersuara memberi jawapan kepada kamu - pendek kata >> belum pergi dah balik, belum tanya dah jawab, di pegang terasa, di panggil menyahut,
itulah AKU,
itulah ILMU sebenar benar ILMU segala Tahu,
dialah Mursyid,
dialah diri sebenar diri,
tentulah boleh Mikraj ke mana sahaja, boleh secara ghaib, boleh secara zahir dan bathin.
begitulah ya, suara yg hadir nanti bukan di telinga, tetapi dalam DADA,
itulah kata,
dalam dadamu adalah istana, dalamnya ada qalb, dalam qalb ada fuad, dalam fuad ada syaqaf, dalam syaqaf ada lubb, dalam lubb ada sirr, dalam sirr ada .........AKU.
jika dah bertemu, akan tenang tenteram lah diri, mudahlah bagi ku, demikianlah adanya
jadi berusahalah,
maksudnya, selagi belum dapat merasa Bergetar dada, pabila di sebut Allaah, hendaklah berusaha mencapainya,
itu baru Mukmin sebenar, bila saja mendengar sebutan Allah, bergetarlah dada nya,
dalam dada nabi beritahu, taqwa, semestinya jika sadar kedekatan AKU .
bagi mereka yang ingin mencapai cinta kepada Allahu, hal ketuhanan, hal diri sebenar diri, semuga............ dapat pelajaranya, dan jauhilah persangkaan.
jika berjaya mendengar suara AKU, dapat miliki ILMU nya maka tentu sahaja, akan terbuka Rahsia KebesaranNya.
Permainannya
adapun yang mengaku itu, tak mengapalah ya, nanti dah mati ketahuilah siapa sebenarnya.
tidak berhajat hendak menafikan pengetahuan lain orang, tetapi,
bagaimana pun, di dalam usaha untuk sampai kepada AKU, adalah di jumpai bisikan di telinga. taraf jin Islam pun yg alim laim juga, maulana dan sebagainya, ramai dari kalangan bunian, iaitu jin islam.
seterusnya level di bawah bagi manusia kebanyakan, jika ada bisikan di telinga tu, daripada jin syaitan. dan syaitan itu berlari dalam darah anak adam, menjadi punca penyakit, Allah berhajat menguji, mahukah Ingat NYA.
PRA mencapai AKU
1. Pertama tama kena buang segala negativity. Kena buang segala gangguan, segala karut marut, segala yang jahat.
Kemudian dapatlah ILMU, pernafasan
Tarik dengan Hu Allahu, Tahan dengan Hu Allahu, Lepas dengan Hu Allahu
“bolehlah membuat permohonan ………………………..akan di petuakan
2. Tegangkan urat saraf a, b, c, d, e, f. sebulan satu.
3. Tarik – tahan – lepas – tahan, muga rapat dgn tuhan, tenteram dan mampan,
4. Dan 5. Dan 6.
Practical – sehingga dapat suara AKU. – start with end in mind
Tuesday, January 12, 2010
Allah di atas Langit – TerATAS
Quran 51:20 Dan pada bumi ada tanda-tanda (yang membuktikan keesaan dan kekuasaan Allah) bagi orang (yang mahu mencapai pengetahuan) yang yakin,
Quran 51:21 Dan juga pada diri kamu sendiri. Maka mengapa kamu tidak mahu melihat serta memikirkan (dalil-dalil dan bukti itu)?
Sebahagian mengatakan, Allah tiada bertempat, dengan Hujah dan Dalil mereka
Sebahagian lagi tetap pendirian menyatakan, Allah istiwa di arsy, juga dengan Hujah dan Dalil mereka
Datang pula sebahagian yang lain, saling menuduh, begitu begini. Maka timbul perbalahan.
Benarlah Allahu:
Quran 10:36 Dan kebanyakan mereka, tidak menurut melainkan sesuatu sangkaan sahaja, (padahal) sesungguhnya sangkaan itu tidak dapat memenuhi kehendak menentukan sesuatu dari kebenaran (iktiqad). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan apa yang mereka lakukan.
Dan membenarkan
Quran 6:116 Dan jika engkau menurut kebanyakan orang yang ada di muka bumi, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah; tiadalah yang mereka turut melainkan sangkaan semata-mata, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta.
Kita tak mahu meneruskan perbalahan.
Mari kita lihat diri kita:-
Mulut – ada langit langit di bahagian atasnya, di bahagian bawahnya adalah LIDAH.
LIDAH itu melekat dengan dasarnya mulut, begitulah perumpamaan, manusia melekat di bumi, di atas tanah, di bawah langit dan langit dan langit…………………….
LIDAH manusia umumnya, hanyalah persangkaan, kerana tiada ILMU, tidak mengetahui dengan kebenaran.
BerUNTUNG lah manusia yang Ingat Allah, memiliki ILMU kebenaran, sepertimana Muhammad Rasulullah Sallallahu alaihi wassalam – tidaklah ia berkata melainkan Wahyu belaka. Sesiapa sahaja yang boleh sepertimana sahabat sahabatnya; Kami Dengar dan Taat ; maka selamatlah lidah mereka dari Persangkaan.
Ingatlah perentah Allah; mengapa kamu berkata sesuatu yang kamu tidak perbuat?
Ingat perentah Allah: Semua manusia dalam kerugian – kecuali Yang Beriman dan beramal soleh, yang menyampaikan kebenaran, dan yang bersabar
di atas langit langit MULUT, ada HIDUNG, semuga hidung mu dapat menghidu…wangi wangian – boleh jadi JIN JIN yang datang …………..
boleh jadi, wangian isteri mu, waduh , mau keluar rumah atau ke mana tu? …………………………….
Boleh jadi, kentut, masam, busuk, dan berbagai bauan, semuga sabar menghadapi………………………
Di atas hidung ada MATA,
MATA melihat, alahai hanya sedepa dua depa sahaja, maka banyak juga persangkaan
Sebagai contoh: melihat orang solat dua rakaat jam 10 pagi….di sangkanya, orang tu subuh gajah……………. Padahal DHUHA
Alangkah bagusnya, jika SEDAR, Penglihatan Yang Allah Berikan itu, mampu melihat kebenaran. Beruntunglah manusia yang dapat melihat dengan Penglihatan bersama Allaah.
Di atas MATA ada OTAK – tanpa akal, tak ada fungsinya otak, demikianlah manusia di bedakan daripada haiwan. Otak itu mestilah boleh ‘connect’ dengan DADA – dalam dada ada FUAD, semuga dapat kebaikan jika dapat SEDAR dan ujudnya, ‘connection’ – sepatutnya, Akal akan membawa kepada kesedaran, Allahu tersangat Dekat dengan Diri.
Di atas Otak, ada lekuk di kepala, itu………. Alam melayu, alam kerohanian, alam kebatinan, menyatakan, sidratul muntaha, begitulah perumpamaan, bahawa, tak ada yang dapat melihat ke sana.
Di atas kepala manusia, kepala diri mu, sepatutnya Allaah.
Allah di letakkan teratas sekali, semuga tunduklah dirimu, kepada Allah, Kami Dengar dan Taat, kami patuh, terhadap apa sahaja perentahMU ya Allahu.
Maaf naaa, kali ini apa tah yang saya merapu, semuga dapat kalian melihat kebenaran nya
Sunday, January 10, 2010
HIKMAH
Barangsiapa mahukan syurga, maka ia akan segera melakukan kebajikan.
Barang siapa yang takut pada siksa api neraka. Maka ia akan meninggalkan keburukan. Barang siapa menahan diri dari kesenangan dunia, maka ia akan meraih kedudukan yang tinggi.
Al-Habib Al-Hadad pernah berkata:
"Hendaklah bicara orang 'alim yang mengenali Allah berlaku padanya tiga perkara:
1) Mengingatkan nikmat-nikmat (daripada Allah)
2) Melazimkan diri dalam ketaatan
3) Menjauhkan diri dari kemaksiatan
"Setiap 'alim yang terus berbicara dengan orang awam dengan selain daripada tiga pekara ini, maka ia sebenarnya TUKANG FITNAH YANG BESAR"
Mawlana Abul Hassan Ali Nadawi pernah berkata
" Kepetahan berkata-kata dan keluasan ilmu tidak akan dapat memberi kesan yang hebat andai tidak disirami dengan kekuatan rohaniyah yang tinggi."
Joom kita lihat ............apa itu, Hikmah
ada Ilmu tetapi tak mampu beramal >> itulah maksud, HIKMAH yg hilang dari dada umat Islam
sebagai contoh: ada ILMU , bila menyampaikan bernada kasar, amarah ................
sebagai contoh: ada Ilmu,, tetapi melakukan perkara keji dan sumbang ..............
pesan nabi SAW: jika kamu Jumpa, ambillah ia >> maksudnya, bila jumpa yg berilmu, dan yang mengamalkan , maka patut di follow thru ( di ikuti)
pesan Allahu Taala, ikut , follow thru hendaklah dengan pengetahuan
contoh amalan:
hubungan suami isteri, buat lagu mana pun boleh
sebab apa boleh > waktu sedang HAID pun boleh sediakan makanan
so apa masalah sebenarnya, dengan teknoloji zaman sekarang, boleh sahaja
waktu sedang haid, tak boleh ( satu perkara ) sahaja, nabi selalu buat apa pada aisyah?
tak salah tak dosa
Islam mudah, jangan sempitkan
Ingat Allah, waktu mana pun boleh, sepatutnya, senantiasa (Ingat Allaahu)
pertanyaan: bagaimana jika kita memperlambat mandi wajib??
melambat lambat kan 'ibadah' = mengikut telunjuk syaitan
mandi wajib = ibadah'
seruan Allah: ber Segera lah kamu kepada mengerjakan kebajikan................
ibadah = kebajikan
kebajikan = Ikut perentah Allah, dan meninggalkan larangan Allah
kebajikan yang Utama = Laa ilaha ill 'allaah = tiada tuhan, hanya Allaah = Allahu ahad = Allah Yg Esa
kerana kebaikan yang tertinggi nilainya itu, maka, layaklah kita ajak orang lain kepadanya = tabligh, dakwah, berakhlak mulia
jika layak mengajak orang lain , semestilah, berakhlak mulia
jikalau mulia lah diri, mampulah ajak orang lain kepada Islam = Benar dan membenarkan
al – amin = itulah Peribadi, muhammad bin abdullah, Rasulullah SAW = Al-Quran
Saturday, January 2, 2010
reVIEW 2009 - negara kita dan TUHAN yg ESA, Allaahu
sekalipun seberat zarah (debu).
Dan kalaulah (amal yang seberat zarrah) itu amal kebajikan, nescaya akan menggandakannya dan akan memberi, dari sisiNya, pahala yang amat besar
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu hampiri sembahyang (mengerjakannya) sedang kamu dalam keadaan mabuk, hingga kamu sedar dan mengetahui akan apa yang kamu katakan
tahu dak apa duk baca, jika tak tahu, bacakan fatihah dan al ikhlas dah laa
semuga kamu mengerjakan sembahyang dengan mengetahui apa yg kamu ucapkan
Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasulullah dan kepada "Ulil-Amri" (orang-orang yang berkuasa) dari kalangan kamu
Kemudian jika kamu berbantah-bantah (berselisihan) dalam sesuatu perkara,
maka hendaklah kamu mengembalikannya kepada Allah (Al-Quran) dan (Sunnah) RasulNya
jika kamu benar beriman kepada Allah dan hari akhirat.
Yang demikian adalah lebih baik (bagi kamu), dan lebih elok pula kesudahannya.
naper ya tok guru tak mahu, dengar cerita hj hadi dah ready
semuga mereka dan kita yg berbalah, mahu kembali kepada Allah dan RasulNya
utamakan Allah,. Islam ya
pasal ni ke tok guru tak mahu >> Telah di ajak nya >> Marilah berhakim kepada hukum Al-Quran yang telah diturunkan oleh Allah dan kepada hukum Rasulullah,"
nescaya engkau melihat orang-orang munafik itu berpaling serta menghalang (manusia) dengan bersungguh-sungguh daripada menghampirimu.
masa undi, mereka tak mahu tolong, tak benarkan puak mereka menolong
mereka tu munafik ke ish
agaknya tu yg sekarang ni puak mereka seperti:
Maka bagaimana halnya apabila mereka ditimpa sesuatu kemalangan disebabkan (kesalahan) yang telah dibuat oleh tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah, kami tidak sekali-kali menghendaki melainkan kebaikan dan perdamaian (bagi kedua pihak yang berbalah)".
dah kena tampar dlm PRU lalu, baru nak ajak berdamai
haih, hebat benar dugaan Allah ya
Kisah tersebut adalah sebagian dari ayat ayat Allah dalam surah an nisa
sebab itu agaknya, maksiat melibatkan wanita sekarang ni semakin menjadi jadi
maaf naaa, apala yg wa merapu ni
teruskan ya Tok Guru > Mereka itulah orang-orang yang diketahui oleh Allah akan apa yang ada dalam hati mereka, oleh itu berpalinglah engkau daripada mereka,
dan nasihatilah mereka, serta katakanlah kepada mereka kata-kata yang boleh memberi kesan pada hati mereka.
kepada UMNO , dan ahlinya dan puterinya >>> Dan Kami tidak mengutus seseorang Rasul pun melainkan supaya ia ditaati dengan izin Allah. Dan kalaulah mereka ketika menganiaya diri mereka sendiri datang kepadamu (wahai Muhammad) lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulullah juga memohon ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat, lagi Maha Mengasihani.
ni nak habaq lah ya, mereka tu, termasuklah kamu ya UMNO - maaf ya ni sama sama melayu tolong perINGAT kan
Rakyat sila tambah pengetahuan ya, semuga sukakan perdamaian, menegakkan islam
Dan tentulah Kami pimpin mereka ke jalan yang lurus
jika ada kebaikan, ambillah ya, panjangkan kepada kawan rakan kalian
sepatutnya ke hadapan, kita sedar kesilapan, dan Improve lah kerja kerja kita, muga bawa kebaikan, sesama Muslim menuju mukmin, mukhlisin